Minggu, 30 Oktober 2011

IDENTIFIKASI DAN PENGELOMPOKAN MAKHLUK HIDUP


A. Pengertian Mahkluk hidup
            Abiogenesis yang menyatakan bahwa makhluk hidup terjadi dengan sendirinya dan berasal dari makhluk tak hidup (Generatio Spontanio).
Biogenesis,yang menytakan bahwa makhluk hidup berasal dari makhluk hidup,dan penyelidikan Pasteur menyatakan bahwa segala sesuatu yang hidup berasal dari telur,dan setiap telur berasal dari makhluk hidup,serta semua kehidupan berasal dari kehidupam yang sebenarnya.
Bunga mawar, kelinci, burung, dan manusia, semuanya bergerak, memerlukan makanan, bernapas, dan berkembang biak. Mengapa hal ini terjadi? Hal tersebut terjadi karena mereka adalah makhluk hidup. Mobil tidak bisa bergerak jika tidak diberi bensin dan dikemudikan. Demikian juga dengan sepeda dan becak, jika tidak dikendarai manusia tidak akan bergerak.Benda-benda itu tidak bernapas, tidak memerlukan makanan, dan tidak bertambah banyak. Mengapa demikian? Karena mereka adalah makhluk tak hidup. Jadi, makhluk hidup adalah makhluk yang memiliki ciri-ciri kehidupan seperti bernapas, bergerak, dan berkembang biak.
B.Ciri-Ciri Mahkluk Hidup
            Ciri cirri makhluk hidup itu meliputi bernafas,memerlukan makanan,
1.Bernafas (Respirasi)
            Bernafas adalah proses pengambilan udara(oksigen) dari luar tubuh dan pemgeluaran karbondioksida kelingkunganya.Oksigen sangat penting dan dibutuhkan oleh semua makhluk hjidup untuk bernafas.Makhluk hidup mempunyai cara dan alat pernafasan yang berbeda beda,adapun hewan yang hidup di darat umumnya bernafas menggunakan paru mparu dan pundi-pundi udara untuk burung yang digunakan ketika terbang dan manusia sendiri bernafas dengan paru paru.
            Adapun hewan yang hidup di air umumnya bernafas dengan insang,contohnya adalah ikan,tetapi bagaimanakah dengan kura kura dan lumba lumba?kura kura termasuk hewan reptilian yang bernafas dengan paru paru,lumba lumba pun juga hewan bergolongan yang bernafas dengan paru paru meskipun kehidupanya beradea di air
            Tumbuhan sebagai makhlyuk hidup juga melakukan pernafasan,tumbuhan bernafas menggunakan lubang-lubang kecil yang disebut stomata atau mulut daun yang terdapat pada kulit batang yang juga disebut lentisel.
2.Memerlukan Makanan
            Makhluk hidup memerlukan makanan untuk memepertahankan hidupnya.contohnya adalah seelor kucing menangkap tikus untuk dimakan dean manusia juga membutuhkan makanan setiap hari,dalam mendapatkan makanan maupun cara makan untuk setiap makhluk hidup yang berbeda beda.
            Manusia dan hewan mendapatkan makanan dengan cara memakan tumbuhan atau hewan lainya,sementara itu tumbuhan mendapatkan makanan melalui proses fotosintesis.Makanan dibutuhkan oleh makhluk hidup sebagai sumber energi(tenaga),lala energi digunakan untuk melakukan aktivitas tubuhnya.

3.Bergerak.
            Makhluk hidup memiliki kemampuan untuk bergerak.Bergerak adalah perpindahan posisi seluruh atau sebagian tubuh makhluk hidup dari  satu tempat ketempat yang lain.untuk bergerak berpindah tempat,makhluk hidup dilengkapi dengan alat gerak tertentu,misalnya sapi berjalan dengan mengunakan kakinya,burung terbang menggunakan siripnya.
            Tumbuhan juga melakukan gerak,cara tumbuhan bergerak berbeda dengan gerak hewan dan manusia.Gerak pada tumbuhan sangat lambat sehingga geraknya tidak terlihat oleh mata kita.Contohnya daun putrid malu mengatupkan daunnya jika disentuh,gerak akar menembus tanah,gerak batang menuju datangnya cahaya matahari,membukanya mahkota bunga ketika bunga mekar,juga merupakan gerak pada tumbuhan.
4.Tumbuh.
            Makhluk hidup dari kehari semakin tambah besar dan bertambah tinggi,hal ini menunjukkan bahwa setiap makhluk hidup tumbuh atau mengalami perkembangan.Jadi,didalam pertumbuhan terjadi adanya penambahan volume atau ukuran tubuh makhluk hidup yang irreversible(tidak dapat kembali semula)
5.Berkembangbiak(Reproduksi)
            Makhluk hidup berkembangbiak artinya makhluk hidup tersebut menghasilkan keturunan yang sama dengan induknya.Mengapa makhluk hidup berkembangbiak?,perkembangbiakan pada makhluk hidup bertujuan untuk memepertahankan kelangsungan hidup agar tidak punah. Mkahluk hidup berkembangbiak dengan cara melahirkan anak, yaitu manusia.Sedangkan perkembanganbiakan makhluk hidup dapat dilakukan dengan cara generatif(seksual atau kawin), atau secara vegetatif (aseksual atau tak kawin).Hewan betulang belakang (vertebrata), seperti ikan,katak,ular,burung,kucing,berkembangbiak secara generatif.Beberapa hewan tidak bertulang belakang (avertebrata) dapat berkembangbiak secara vegetatif, yaitu dengan membelah diri, misalnya amoeba.
            Tumbuhan juga melakukan perkembngbiakan,yaitu dengan cara generatif maupun vegetatif,perkembangbiakan generatif dilakukan dengan biji,misalnya pada tanaman padi dan mangga.Dan sementara itu perkembangbiakan vegetatif menggunakan dengan dua cara,yaitu secara alami dan buatan.Contoh perkembangbiakan vegetatif alami dengan tunas pada pisang,umbi lapis pada bawang merah, dan umbi batang pada kentang, sedangkan perkembangbiakan vegetatif buatan pada tumbuhan, misalnya dengan cara stek, cangkok, okulasi (menempel), dan kopulasi (menyambung).
6.Peka terhadap ransangan
            Makhluk hidup mempunyai kemampuan untuk menerima dan menanagapi ransang yang disebut iritabilita,ransang yang diterima dalam luar tubuh,seperti cahaya,suhu,suara,sentuhan,zat kimia ataupun dari dalam tubuh ,seperti rasa haus,lapar,dan mengantuk.
            Manusia dapat menerima ransangan dari luar dengan menggunakan alat alat indra,misalnya mata menerima rangsangan cahaya sehingga kita dapat mendengar bunyi.Hewan juga memeilki indra yang peka terhadap ransangan,contohnya anjing peka terhadap penciumanya.
            Tumbuhan juga peka terhadap ransangan,contohnya putri malu akan mengatupkan daunya jika di sentuh,tanaman petai china(lamtoro) akan mengatupkan daunya pada malam hari karena adanya rangsangan gelap dan akan membuka kembali menjelang pagi hari.
7.Mengeluarkan zat-zat sisa(Ekskresi)
            Di dalam tubuh mahkluk hidup terjadi peristiwa perombakan zat makanan untuk menghasilkan energi dan zat zat lain yang diperlukan oleh tubuh.Selain zat yang diperlukan oleh tubuh dihasilkan pula zat zat sisa yamg tidak dibutuhkan oleh tubuh,sehingga harus dikeluarkan.Apabila zat zat sisa tidak dibuang maka dapat membahayakan tubuh.Contohnya kulit mengeluarkan keringat,paru paru mengeluarkan karbondioksida,dan uap air.
            Seperti halnya manusia hewan juga mengeluarkan zat zat sisa dari saluran tertentu.Tumbuhan juga mengeluarkan zat zat sisa yang berupa karbondioksida,sebagai sisa proses pernafasan dan oksigen sebagai sisa proses fotosintesis,zat zat sisa tersebut dikeluarkan melalui lentisel yang terdapat dalam daun atau melalui lentisel yang terdapat pada batang.
8.Regulasi(Pengaturan)
            Makhluk hidup melakukan regulasi atau pengaturan metabolisme dengan adanya sistem saraf dan hormon,kedua sistem ini berfungsi mengordinasi semua aktivitas makhluk hidup,baik secara fisik maupun sercara kimiawi.
            Proses pengaturan ini daoat kita ambil contoh pada saat proses pengeluaran air seni atau urin.Pengeluaran urin diatur oleh hormon ADH yang dikendalikan oleh kelenjar hipofisis belakang pada otak besar kita,maka jelaslah bahwa dalam tubuh kita ini mengalami regulasi.Tumbuhan pun dapat mengalami regulasi.contohnya pada saat proses fotosintesis.
C.Perbedaan Tumbuhan dan Hewan
            Tumbuhan dan hewan dapat dibedakan  sebagai berikut:
1.Alat respirasi
            Tumbuhan menggunakan alat respirasi berupa stomata dan lentisel,sedangkan hewan pun ada bermacam macam seperti paru paru,trakea,pori pori,kulit berlendir,dan labirin.
2.Proses Perolehan makanan.
Dalam proses perolehan makanan,tumbuhan memiliki sifat autotrop,yang artinya dapat menghasilkan makanan sendiri dengan melalui proses fotosintesis,sedangkan hewan bersifat heterotrop,yang artinya tidak dap[at menghasilkan makanan sendiri,dan cara memperoleh makanan adalah dengan mengkonsumsi(mencerna) tumbuhan atau hewan lain.
3.Gerak
Secara umum gerak tumbuhan dikatakan gerak pasif,karena gerak tumbuhan tidak terlihat,sementara gerak pada hewan dikatakan gerak aktif,karena geraknya terlihat jelas.
4.Perkembangbiakan
Tumbuhan berkembangbiak dengan cara generatif dan vegetatif.Perkembangbiakan vegetatif pada tumbuhan bervariasi dibandingkan pada hewan.Contoh tumbuhan berkembangbiak dengan cara vegetatif diantaranya adalah dengan tunas,rhizoma,umbi,stek,menempel,cangkok,dll.Sedangkan pada hewan dilakukan dengan cara membelah diri.
5.Kepekaan terhadap rangsang
Tumbuhan sangat peka terhadap rangsang,itu bisa dilihat dari gerak tumbuhan,contoh kepekaan bunga terhadap cahaya,dankepekaan hewan lebih kompleks karena sebagian besar telah memiliki sitem saraf.
6.Alat ekskresi.
Alat ekskresi pada tumbuhan berupa stomata,dan sedangkan alat ekskresi hewan berupa ginjal,kulit,paru paru,hati ,vakuola berdenyut,dan nefridia (sel api).
D.Perkembangan dan Perkembangan Pada Mahkluk Hidup
a. Perkembangan pada manusia.
Sama halnya dengan hewan dan tumbuhan, manusia juga berkembang biak untuk mempertahankan jenisnya. Coba kamu perhatikan keluargamu. Terdiri dari siapa sajakah keluargamu? Keluarga terdiri dari ayah, ibu, dan anak. Ayah dan ibumu menikah, kemudian melahirkan kamu, dan kamulah yang akan melanjutkan kehidupan kemudian. Proses perkembangbiakan manusia diawali dari pembuahan, yaitu bertemunya sel kelamin betina (sel telur) dengan sel kelamin jantan (spermatozoid). Kemudian menghasilkan zigot. Zigot akan tumbuh dan berkembang menjadi embrio. Pada mulanya, embrio terdiri atas sel-sel berbentuk bola kecil. Embrio akan terus tumbuh dan berkembang di dalam rahim ibu menjadi janin. Janin adalah embrio yang sudah terbentuk menjadi bayi. Embrio mendapatkan sari-sari makanan dan oksigen dari ibunya melalui plasenta (tali ari-ari). Waktu yang dibutuhkan dari mulai pembuahan sampai melahirkan adalah 9 bulan.
1. Perubahan tubuh luar laki-laki dan perempuan pada masa pubertas.
Ada beberapa ciri umum pada masa pubertas adalah, tubuh bertambah tinggi  cepat, Wajah kekanak kanakan berubah menjadi dewasa, Tumbuhnya rambut diketiak dan disekitar alat kelamin. Dan Perubahan fisik pada anak laki-laki yaitu,Dadanya menjadi lebar dan lebih berat, Otot ototnya mulai menjadi kuat, Suara pecah dan menjadi lebih berat, Kumis dan jenggot mulai tumbuh, Mengalami mimpi basah pada malam hari. Semua perubahan itu disebabkan karena hormon-hormon jntan.
Sedangkan perubahan fisik pada perempuan
Perempuan yang sudah menginjak usia 10-12 tahun,sel-sel telur dalam induk telur mulai tumbuh dan rusak,sel-sel tersebut diselubungi oleh banyak sel yang berbentuk seperti sel yang berbentuk seperti bola kecil,sel yang menempel itu dinamakan folikel yang selanjutnya dinamakan hormon-hormon betina. Perubahan yang biasanya terjadi pada perempuan,sebagai berikut, pinggul melebar, Payudara mulai tumbuh, Mulai mengalami menstruasi
2.Perkembangan pada hewan
Hewan berkembangbiak ada tiga cara,yaitu:
a.Bertelur(Ovipar)
      b.Beranak(Vivipar)
c.Bertelur dan beranak(Ovovivipar)
Ada beberapa hewan yang mengalami perkembangbiakan sebagai berikut:
1.Kelompok Mamalia.
Seperti sapi,kerbau,kucing,kambing,anjing itu termasuk hewan mamalia dan berkembang biak dengan cara beranak(vivipar).Pembuahan sel telur terjadi di dalam tubuh induknya.
Ciri-ciri hewan mamalia
a.berdaun telinga
b.kulit berambut
c.memiliki kelenjar susu pada betina
3. Perkembangbiakan pada tumbuhan
            Ada dua cara tumbuhan berkembangbiak
a.Secara Vegetatif ( tanpa kawin )
Yaitu perkembangbiakan melalui bagian dari tanaman itu sendiri dan perkembangbiakan secara vegetatif dibedakan menjadi dua macam yaitu:
1.      Vegetatif alami
a.       membelah diri. Contoh : ganggang hijau
b.      spora. Contoh: tumbuhan paku, jamur, ganggang
c.       akar tunggal. Contoh: alang-alang, lengkuas, jahe, kencur
d.      umbi lapis. Contoh: bawang merah
e.       umbi batang. Contoh: kentang, ketela rambat
f.       umbi akar. Contoh: wortel
g.      geragih. Contoh: arbei, pegangan, dan semanggi
h.      tunas
2.      Vegetatif buatan
a.       stek. Contoh: ketela pohon, tebu, sirih, bunga cocor bebek, dan jambu air
b.       cangkok. Contoh: pohon mangga, jeruk, dan jambu
c.       Runduk. Contoh: melati, alamanda, dan apel
Dengan makin majunya ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) tumbuhan juga dapat dibudidayakan dengan cara okulasi dan sambung pucuk.
b.Secara generatif
Perkembangan generatif terjadi pada tumbuhan berbiji dan melalui proses penyerbukan atau persarian.
Penyerbukan adalah peristiwa menempelnya serbuk sari (sel kelamin jantan) di kepala putik (sel betina).
pnyerbukan

Berdasarkan cara penyerbukan dibedakan menjadi 4 :
a.       penyerbukan sendiri yaitu serbuk sari dari satu bunga menempel dikepala putik bunga itu sendiri
b.      penyerbukan tetangga yaitu apabila serbuk sari dari satu bunga menempel dikepala putik bunga lain tetapi masih satu pohon
c.       penyerbukan silang yaitu apabila serbuk saridari satu bunga menempel dikepala putik bunga lain yang tidak satu pohon tapi masih satu jenis tumbuhan
d.      penyerbukan bastar yaitu apabila serbuk sari dari satu bunga menempel dikepala putik bunga lain yang sejenis tapi varietasnya berbeda
penyarbukan terjadi karena adanya perantara antara lain

a.         hewan khususnya hewan serangga
b.        angin
c.         air hujan
d.        dan manusia
E.Penyesuaian Mahkluk Hidup TerhadapLingkunganya.
1.Penyesuaian diri hewan untuk melindungi diri dari musuh.
Selain beradap tasi memperoleh makanan, hewan juga melakukan adaptasi untuk melindungi diri dr musuhnya.
a.Siput dan Kura-kura.
Jika ada musuh siput dan kura-kura memasukkan tubuhnya kedalam cangkang.
b.Walang Sangit dan Kutu.
         Melindungi diri  dengan mengeluarkan bau yang tidak sedap.
c.Kerbau, Sapi, dan Rusa.
Hewan ini memiliki tandukyang runcing digunakan untuk mengusir musuh dan mempertahankan diri.
d.Kalajengking, Lebah, dan Kelabang.
         Hewan tersebut melindungi dir dari musuhnya dengan cara menyengat, sengatan hewan ini sangat beracun, dan dapat menyebabkan kematian.
e.Bunglon.
Bunglon mampu mengubah warna kulitnya sesuai dengan lingkunganya,sehingga musuhnya sulit menagkapnya. Kemampuan mengubah warna kulitnya sesuai dengan lingkunganya dinamakan mimikri perubahan warna yang paling sering adalah hijau, coklat atau abu-abu.
f.Ular.
Jenis ular bermacam-macam,ada yang berbisa dan ada juga yang tidak berbisa. Untuk melindungi diri, ular yang berbisa biasanya menggigit sehingga racun ular mengalir dari gigi ketubuh musuh,contohnya ular kobra dan derik.Sedangkan ular yang tidak berbisa melindungi dirinya dengan cara memebelitkan tubuhnya ketubuh musuh, belitan ular dapat mengakibatkan lumpuh atau bahkan mati bagi musuh,contohnya ular piton dan anaconda.
g.Cicak dan Kadal.
Cicak dan kadal melindungi diri dari musuhnya dengan memutuskan bagian ekornya, pemutusan ekor disebut autotomi.
h.Gurita.
Untuk melindungi diri dari musuhnya, gurita merubah dirinya seperti batu karang.
i.Cumi-cumi
Hewan ini melindungi dirinya dengan mengeluarkan cairan hitam seperti tinta, sehingga penglihatan musuhnya terganggu.

j.Musang dn Kumbang.
         Hewan ini jika diserang musuhnya akan pura-pura mati.
k.Tregilling dan Luing.
         Untuk mengelabuhi musuhnya dengan melingkarkan tubuhnya.
2.Penyesuaian tumbuhan untuk mempertahankan hidupnya.
Tumbuhan juga memiliki kemampuan menyesuaikan diri dengan lingkunganya. Cuaca dan iklim di alam yang selalu berubah sangat mempengaruhi kelangsungan hidup hidup tumbuhan, dengan kemampuan beradaptasi tumbuhan dapat melangsungkan kehidupnya. Disamping perubahan cuaca dan iklim tumbuhan juga sering mendapat gangguan dari makhluk hidup lainya.
a.Penyesuaian diri dengan lingkunganya untuk mempermudah mencari bahan      berfotosintesis dan energi.
1)      Pohon kelapa dan sagu menjulang tinggi agar dapat mencapai cahaya matahari.
2)      Kaktus memiliki akar yang panjangkarena hidupnya di daerah padang pasir,berbatang tebal, berair, dan berlapis lilin berfungsi sebagai menyimpan cadangan air.
3)      Beringin,memiliki akar gantung untuk mempermudah mencari unsur hara di dalam tanah.
4)      Kacang panjang, gadung, dan ubi memiliki akar yang kuat agar bias tegak dan dapat menjangkau sinar matahari.
b.Penyesuaian diri dengan lingkunganya untuk melindungi diri dari perubahan          cuaca dan makhluk hidup lain yang mengganggu keselamatan hidupnya.
1)      Pohon jati, kedondong, dan randu meranggas dimusim kemarau untuk mengurangi penguapan.
2)      Teratai berdaun lebar untuk memepermudah penguapan dan memperbanyak penyerapan energi cahaya.
3)      Enceng gondok tangkai daunya mengembung berisi udara, agar dapat mengapung di air
4)      Mawar, kaktus, dan jeruk memiliki btang berduri untuk melindungi diri dari hewan pengganggu.
5)      Mentimun memiliki gelugut di batang dan daun untuk melindungi diri dari hewan pengganggu.
6)      Buah belimbing di waktu muda terasa pahit, agar bias bertahan sampai tua dan berbiji.
7)      Pohon cemara di musim panas meruncingkan daunya untuk mengurangu penguapan.
8)      Pohon bamboo memiliki cabang-cabang duri dan sling mengait agar tetap berdiri dan tidak tumbang.
9)      Buah nangka, sawo, cempedak, dan papaya mempunyai getah sehingga hewan tidak berani memakanya,maka tumbuh besar sampai masak.

F. Pengelompokan Mahkluk Hidup
Keanekaragaman mahkluk hidup tidak hanya tampak pada individu lain jenis saja, tetapi pada individu-individu yang sejenispun juga di temukan adanya perbedaan. Makhluk hidup dikatakan sejenis,jika mahkluk hidup tersebut dapat melakukan perkawinan secara alamiah dengan sesamanya dan menghasilkan keturunan fertil, berarti keturunan tersebut dapat menghasilkan keturunan juga.
Individu-individu yang sejenispun akan memiliki persamaan cirri dan sekaligus juga dapat ditemukan adanya perbedaan. Berarti didunia ini tidak ada individu yang benar-benar sama persis.
Perhatikanlah tumbuhan atau hewan yang ada disekitarmu,tumbuhan dan hewan yang berbeda jenis akan memiliki ciri atau sifat yang berbeda pula. Sebagai contoh amatilah kucing dan ayam, kedua hewan tersebut memiliki banyak perbedaan dari mulai bentuk tubuhnya, warna tubuhnya, jumlah kaki, dan cirri-ciri lain yang berbeda.
Hewan yang sejenispun, misalnya kucing       juga memperlihatkan adanya perbedaan, ada yang warnanya putih dan ada juga yang warna lain, ada yang ukuranya besar dan ada juga yang kecil.
Perbedaan-perbedaan yang ditemui pada mahkluk hidup yang sejenis dinamakan variasi.
Bagaimanakah dengan manusia?, apakah manusia juga ditemukan adanya variasi seperti halnya pada tumbuhan dan hewan?, kalian perhatikan teman-teman sekelasmu, ada yang berkulit hitam, ada yamg sawo matang, ada yang rambutnya lurus, ada yang ikal, ada yang hidungnya mancung, ada yang tidak mancung, dan masih banyak lagi perbedaan-perbedaan yang tampak. Hal ini menunjukan bahwa variasi juga terjadi pada manusia
a. Dasar klasifikasi mahkluk hidup.
            Pengelompokan makhluk hidup berdasarkan pada persamaan dan perbedaan cirri atau sifat. Mahkluk hidup yang memiliki persamaan cirri dikrlompokkan kedalam kelompok tertentu, joka amggota kelompok tersebut masih memiliki perbedaan maka ia akan dipisahkan kedalam kelompok yang lebih kecil.
Ada beberapa cara dalam melakukan pengelompokan mahkluk hidup:
1. Berdasarkan tempat hidupnya
Ada beberapa hewan yang hidupnya di air tawar, di air laut, di udara, maupun di darat.
2. Berdasarkan jenis makananya.
            Ada hewan pemakan tumbuhgan(herbivora), pemakan daging(karnivora), dan pemakan tumbuhan dan daging(omnivora).
3. Berdasarkan manfaatnya.
            Ada tumbuhan yang bermanfaat untuk tanaman pangan, tanaman obat-obatan, dan tanaman hias.
     Pengelompokan makhluk hidup diatas berdasarkan keinginan dari orang yang mengelompokanya, sehingga cara tersebut di anggap kurang sesuai.Hingga akhirnya pada tahun 1707-1778 ada seorang ilmuwan dari swedia, yaitu Carolus Linnaeus yang melopori cara mengelompokan mahkluk hidup. Ilmu yang mempelajari tentang mahkluk hidup di sebut taksonomi.
            Carolus Linnaeus adalah orang pertama yang meletakkan dasar-dasar taksonomi. Beliau dianggap sebagai bapak taksonomi, sehingga dalam mengelompokan mahkluk hidup, dia memakai dasar persamaan dan perbedaan struktur tubuh (bentuk dan susunan mahkluk hidup). Mahkluk hidup yang beranekaragam akan di kelompokan kedalam takson. Takson adalah tingkatan-tingkatan dalam klasifikasi.
            Mahkluk hidup yang memiliki sejumlah persamaan cirri di masukkan ke dalam takson tertentu sebagai berikut:
a)      Beberapa spesies (jenis) yang memiliki persamaan cirri di kelompokkan ke dalam genus.
b)      Beberapa genus (marga) yang memiliki persamaan cirri di kelompokkan ke dalam family (suku).
c)      Beberapa family (suku) yang memiliki persamaan cirri di kelompokkan ke dalam ordo (bangsa).
d)     Beberapa ordo (bangsa) yang memiliki persamaan cirri di kelompokkan ke dalam classic (kelas).
e)      Beberapa classic (kelas) yang memiliki persamaan cirri di kelompokkan ke dalam phylum (filum) untuk hewan, dan divisio (divisi) untuk tumbuhan.
f)       Beberapa phylum di kelompokkan ke dalam kingdom (kerajaan) untuk kingdom animalia (kerajaan hewan), beberapa divisio di kelompokan kedalam kingdom plantea (kerajaan tumbuhan).
Tingkatan takson dalam mahkluk hidup:
1. Hewan
Phylum, Classic, Ordo, Family, Genus, Spesies
2. Tumbuhan:
Divisio, Classic, Ordo, Family, Genus, Spesies
b. Sistem klasifikasi lima kingdom.
            Pada awalnya para ahli mengelompokkan mahkluk hidup menjadi dua kerajaan, yaitu kerajaan tumbuhan dan hewan. Kerajaan tumbuhan meliputi mahkluk hidup yang memiliki dinding sel dan selulusa, memiliki klorofil sehingga dapat membuat makanan sendiri, dan tidak dapat bergerak berpindah tempat. Sementara itu kerajaan hewan meliputi mahkluk hidup yang tidak memiliki dinding sel, tidak memilikim klorofil, berarti tidak dapat membuat makanan sendiri, tetapi dapat berpindah tempat.
            Tahun 1960 R.H Whittaker mengelompokan mahkluk hidup menjadi lima kingdom (kerajaan), system-sistem itu meliputi monera, protista, fungi, plantea, dan animalia.
1)      Kingdom monera.
Anggota dalam kingdom monera ini adalah semua mahkluk hidup yang tidak memiliki membran inti (prokrariotik) dan bersel satu (uni seluller), yang termasuk dalam kingdom monera adalah bakteri dan ganggang hijau biru (cyanobacteria).
2)      Kingdom protista.
Anggota kingdom protista merupakan mahkluk hidup bersel satu atau bersel banyak yang memiliki membran inti (eukariotik). Pada umumya protista memiliki sifat antara hewan dan tumbuhan.
Ø  Protozoa, yaitu protista mirip hewan.
Ø  Ganggang atau alga, yaitu protista mirip tumbuhan.
Ø  Oomycota, yaitu protista mirip jamur.

3)      Kingdom fungi (jamur).
Anggota kingdom fungi memiliki sel eukariotik (mempunyai membran inti), sebagian bersel banyak, tidak dapat membuat makanan sendiri karena memperoleh makanan dengan cara menyerap zat-zat makanan dari lingkunganya.
Yang termasuk dalam kingdom fungi adalah semua jamur, kecuali oomycota dan myxomycota.
Kingdom plantea.
Anggota kingdom plantea memiliki cirri sel eukaroitik, yaitu memiliki membran inti, bersel banyak (multiseluller), memiliki klorofil ntuk proses fotosintesis.Yang termasuk dalam kingdom plantea adalah lumut (bryophyta), tumbuhan paku (pterydophyata), dan tumbuhan berbiji (spermatophyta).
Kindom animalia.
Anggota kingdom animalia terdiri atas mahkluk hidup eukariotik, bersel banyak, tidak dapat membuat makanan sendiri (heterotrop). Yang termasuk kingdom animalia adalah semua hewan yang yang tidak bertulang belakang (avertebrata), contohnya adalah udang. Dan hewan bertulang belakang (vertebrata), contohnya adalah jaguar.
c. Sistem tata nama makhluk hidup.
Menghindari kebingungan dalam mengenali mahkluk hidup, perlu adanya keanekaragaman system penamaan. Pengguna nama yang berbeda dapat menimbulkan kebingungan dalam berkomunikasi untuk memudahkan komunikasi antara ilmuwan mengenai mnama dari jenis mahkluk hidup, maka diciptakanlah system penamaan oleh carrolous Linnaeus dengan system tata nama ganda (binominal nomenclature). Adapun aturan sistem binominal nomenclature adalah sebagai berikut:
1. Nama mahkluk hidup terdiri atas dua kata dengan menggunakan bahasa  latin    atau yang dilatinkan, disebut nama ilmiah.
2. Kata pertama menunjukkan nama marga (genus) dan kata kedua menunjukkajn jenis (spesies).
3. Huruf pertama nama genus menggunakan huruf besar, sedangkan huruf pertama penunjuk jenis menggunakkan huruf  kecil.
4. Kata pertama dan kata kedua diberi garis bawah terpisah atau dicetak miring.
Contohnya:* Panthera tigris   (harimau)
·         Panthera    = nama genus (marga)
·         Tigris         =nama species
* Zea mays            (jagung)
·         Zea                        = nama genus
·         Mays         = species.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar